Hot
    Responsive Ads
    Home Alter Ego Esports M Series Mobile Legends

    Coach Xepher Ungkap Alasan Kekalahan Alter Ego 4-0 di Final M7

    "Kekalahan Alter Ego di grand final M7 jadi pelajaran berharga. Coach Xepher tekankan proses over hasil dan loyalitas fans yang terbayar."

    2 min read

    -
    Coach Xepher Ungkap Alasan Kekalahan Alter Ego 4-0 di Final M7

    HARIANEXPRESS - Coach Kenny Xepher dari Alter Ego mengungkapkan kekalahan telak 4-0 dari Aurora Gaming PH di grand final M7 Mobile Legends tidak murni karena keberuntungan lawan. Ia menyoroti perubahan drastis strategi Aurora dan menekankan fokus tim pada pengembangan pemain serta persiapan lebih matang ke depan. (28/01/2026)

    tim alter ego
    Foto: instagram.com/ae.ninoo


    Xepher mengakui kekalahan tersebut mengejutkan. Timnya memantau seluruh pertandingan Aurora sebelum final, namun lawan tiba-tiba mengubah gaya bermain secara drastis.

    "Tiba-tiba di grand final mereka main 180 derajat berbeda."

    Menurut Xepher, Aurora mempersiapkan diri menghadapi gaya agresif Alter Ego. Timnya memang dikenal dengan pendekatan crushing dan agresif, sehingga memaksa Aurora memilih hero fighter lebih awal. Xepher bahkan menyarankan pick Uranus sebagai jungler untuk mengantisipasi.

    Ia menepis anggapan bahwa faktor keberuntungan atau satu pemain tertentu menjadi penyebab utama kekalahan. Persiapan matang Aurora membuat mereka bermain tanpa kesalahan, terutama pemain bernama Light (Bro Cahyo) yang ia nilai sebagai MVP final.

    "Sepertinya tanpa dia akan banyak lubang di map... posisinya begitu on point."

    Xepher menilai Aurora memainkan permainan sempurna di final. Alter Ego sebelumnya berhasil mengalahkan tim kuat seperti TLPH dan SRG, sehingga hype menuju final sangat tinggi. Beberapa game berlangsung intens, termasuk satu laga yang berakhir cepat.

    Meski kalah, Xepher menekankan pencapaian mencapai grand final sudah melampaui ekspektasi awal. Tim tidak memasang target juara saat memasuki turnamen.

    "Ketika masuk M7, kami kaget... kami benar-benar ingin mengakui bahwa kami yang terbaik."

    CEO Alter Ego, Ko Delwin, memberikan motivasi pasca-kekalahan. Ia meminta pemain mengangkat kepala dan menyatakan bangga karena berhasil ke final. Para pemain menangis di belakang panggung meski tampil tenang di depan kamera.

    Filosofi kepelatihan Xepher berpusat pada pengembangan pemain, bukan semata kemenangan. Ia merasa puas ketika melihat pemain berkembang.

    "Mimpi terbesar saya... saya sangat suka membantu orang. Jadi kalau orang itu improve, itu seperti ada kepuasan buat saya."

    Ia mengutip Sun Tzu bahwa jika prajurit kalah, komandan yang bertanggung jawab. Fokus pada proses membuat kemenangan datang dengan sendirinya. Xepher menolak memberikan umpan manis jika performa buruk; ia memberikan feedback jujur agar tim sadar kekurangan.

    "Kalau jelek, ya bilang jelek... Kalau saya bilang oke, tim saya langsung bilang, 'Oh ternyata kami benar-benar nggak bagus di situ.'"

    Untuk musim berikutnya, Alter Ego berencana mempertahankan roster yang sama setelah uji coba. Xepher berharap pemain tetap bertahan karena kontribusi mereka signifikan, termasuk pemain cadangan. Tim akan terus mengupgrade kemampuan dan menciptakan meta sendiri dengan gaya agresif.

    Ia memperingatkan Onic sebagai rival terberat ke depan karena memiliki pemain-pemain monster yang sudah diakui nomor satu di Indonesia.

    Xepher menekankan konsep bahwa keberuntungan hanya milik orang yang siap.

    "Hoki itu sebenarnya hanya untuk orang yang siap."

    Jika final terulang, ia akan mempersiapkan tim lebih baik menghadapi agresivitas lawan dan mengambil inisiatif lebih banyak.

    Bagian interaktif podcast menjawab pertanyaan komunitas. Xepher tidak memberikan motivasi khusus sebelum match karena pemain sudah profesional. Ia merekomendasikan hero untuk push rank: Sora untuk XP lane, hero Parsha untuk mid, Hilda untuk roam, serta Vreya Goldlane dan Leomord untuk jungle.

    Ia juga memberikan opini singkat tentang beberapa pemain lain seperti Baloy (pintar dan berguna), Lemon (rajin dan role model), Light (meningkat pesat), Aran (suka taunting), serta Skylar (best goldlaner).

    Pesan penutup Xepher untuk fans Alter Ego menekankan rasa terima kasih atas dukungan setia. Dukungan itu terbayar dengan pencapaian ke final dan mengalahkan tim top.

    "Loyalitas kalian akhirnya terbayar... terus dukung kami."

    Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga. Alter Ego menunjukkan potensi besar meski belum meraih trofi. Fokus pada proses, kejujuran, dan pengembangan akan menjadi kunci ke depan di scene Mobile Legends Indonesia yang kompetitif.


    Sumber:

    • Video asli: https://www.youtube.com/watch?v=9B3nkjJATFU
    Komentar
    Additional JS