Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS – Java United harus memulai Super League 2026/2027 dengan pengurangan dua poin, tetapi bertekad tampil maksimal saat menghadapi Garudayaksa, Minggu (6/9/2026).
Klub tersebut menerima pengurangan dua poin akibat tidak memenuhi aspek infrastruktur klub. Ini menyusul pemindahan homebase dari Ternate ke Semarang.
Akibat hukuman ini, Java United sudah memiliki minus dua poin di klasemen meski belum menjalani pertandingan pertama. Mereka akan memulai perjuangannya dengan menjamu Garudayaksa di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Minggu (6/9/2026).
“Pengurangan dua poin merupakan situasi yang berada di luar kendali tim pelatih dan pemain. Tugas kami sekarang adalah memberikan reaksi sebaik mungkin untuk meraih tiga poin,” ujar Fabio Lefundes.
Fabio juga meminta para pemain untuk mengesampingkan rasa lelah selama masa persiapan yang panjang.
Ia menekankan bahwa, “Kami harus melupakan rasa lelah selama masa persiapan, karena poin di setiap laga adalah penting. Java United harus memaksimalkan kesempatan untuk mengawali liga dengan hasil positif.”
Pemain Java United, Riyan Ardiansyah, turut memastikan kesiapan skuad untuk laga perdana tersebut. “Tim pelatih sudah mempersiapkan tim sesuai game plan, dan semua pemain siap menerapkan rencana untuk meraih hasil maksimal,” tutur Riyan.
Laskar Kepodang Emas telah menjalani rangkaian persiapan sejak bulan Juli 2026. Masa persiapan ini dimanfaatkan untuk membangun mentalitas skuad agar siap berjuang sejak awal.
Selain persiapan teknis, pemindahan homebase ke Jawa Tengah juga bertujuan meramaikan iklim sepak bola di wilayah tersebut. Java United bertekad memberikan penampilan terbaik dalam debutnya di Super League.



