HARIANEXPRESS – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jumat, (28/8/2026).
Kolaborasi ini berfokus pada sinergi penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko serta pengembangan investasi di sektor keolahragaan.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. Acara bersejarah ini berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jalan Gatot Subroto Nomor 44, Jakarta Selatan.
Dukungan untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menpora Erick Thohir menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam menanggapi arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen, yang didukung oleh pengembangan potensi ekonomi di Indonesia, termasuk industri olahraga, terutama sport tourism.
“Karena persepsi olahraga di Indonesia hari ini masih menjadi masalah pembiayaan, cost center. Padahal bicara sport industry dan sport tourism tentu tentang pendapatan, investasi,” ujar Menpora Erick.
Potensi industri olahraga secara global sangat besar, mencapai USD521 miliar atau sekitar Rp8 ribu triliun, dengan pertumbuhan signifikan setiap tahun.
“Terima kasih dengan dukungan tim Pak Rosan, hari ini kita menandatangani kesepakatan bagaimana melakukan percepatan dari sistem perizinan yang selama ini sering menjadi kendala,” terang Menpora Erick.
Diharapkan, MoU ini dapat mempercepat proses perizinan yang selama ini menjadi kendala. Kemenpora juga telah dipercaya untuk mengampu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sektor keolahragaan, yang bertugas melaksanakan pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR) untuk berbagai jenis usaha olahraga.
“Alhamdulillah setelah hasil pertemuan dan diskusi dengan Pak Rosan, kami sudah membuat percontohan web untuk OSS (Online Single Submission/Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, Red.) yang kemarin sudah ditindaklanjuti. Kami juga membuat web Sport in Indonesia, jadi kalender event olahraga kita sampai 2029,” urai Menpora Erick.
Kerja sama ini juga menegaskan komitmen Kemenpora dalam mengembangkan olahraga Indonesia dari sisi industri dan investasi, khususnya dalam memudahkan perizinan penyelenggaraan acara olahraga.
“Jadi kerja sama ini saya rasa menjadi cikal bakal, inisiasi yang kita sepakati bersama sebagai sesuatu yang sangat positif untuk Indonesia dan membantu investasi,” tambah Menpora Erick.
Potensi Besar Industri Olahraga Indonesia
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani juga menyampaikan pandangannya mengenai industri olahraga. Ia melihat potensi besar sektor ini untuk mendorong perekonomian ke level yang lebih tinggi.
“Penyelenggaraan event olahraga itu dampaknya tidak hanya terhadap kota yang mempunyai kegiatan tersebut, tetapi juga punya dampak secara keseluruhan terhadap perekonomian. Karena bukan hanya dari segi olahraganya saja, tetapi ini juga memberikan dampak terhadap segi pariwisata dan industri lainnya. Sehingga tentunya kami dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi ingin memastikan juga dari segi perizinan, dari segi asistensi, kami bisa memberikan yang terbaik,” kata Kepala BKPM Rosan.
Beberapa pejabat turut hadir dalam penandatanganan MoU ini, antara lain Wamenpora Taufik Hidayat, Wamen Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, serta para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama dari Kemenpora dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.


