Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Ketua Umum PB FPTI Yenny Wahid menyatakan dukungannya terhadap rencana pemberian dana pensiun guna menjamin masa depan atlet pascamelewati masa produktif, Kamis (10/9/2026).
Langkah proteksi tersebut dipandang krusial mengingat masa keemasan seorang olahragawan relatif jauh lebih singkat bila disandingkan dengan profesi pada umumnya.
“Sangat-sangat baik sekali. Terus terang kami dari panjat tebing sudah memulai walau belum berupa dana pensiun,” ujar Yenny Wahid di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Yenny menjelaskan bahwa PB FPTI telah menginisiasi pelatihan inklusi keuangan agar para atlet memiliki kemampuan mengelola perolehan bonus pertandingan maupun pendapatan lainnya.
Pemahaman mengenai pengelolaan aset dan investasi dinilai sangat fundamental sebelum kemampuan fisik atlet mulai menurun seiring bertambahnya usia.
“Usia produktif atlet itu sangat terbatas, ya. Mungkin di atas usia 35 tahun sudah berbeda,” kata Yenny.
Menurut Yenny, kehadiran peta jalan finansial yang terencana akan membantu para atlet tetap mandiri dan stabil secara ekonomi setelah menuntaskan masa baktinya.
“Yang harus kita pikirkan adalah ada peta jalan bagi atlet. Ketika sudah prestasi tercapai, kemudian secara finansial dia tetap stabil memasuki masa pensiun,” ucap Yenny.
Ia menilai keterlibatan negara sangat dibutuhkan dalam memfasilitasi jaminan pensiun, terutama untuk para atlet yang berada di bawah penggajian pemerintah.
Selain instrumen finansial, pemerintah juga didorong membuka kesempatan karier lanjutan bagi olahragawan berprestasi di sektor publik maupun kedinasan.
“Bisa juga yang dilakukan pemerintah itu memberikan akses untuk dia bisa menjadi pegawai negeri misalnya. Bapak Prabowo sering memberikan akses untuk bisa masuk TNI atau Polri,” tutur Yenny.
Seluruh skema jaminan ini ditujukan agar para atlet dapat memusatkan fokus penuh dalam mengejar prestasi tertinggi selama usia produktif.


