Senin, 07 September 2026
Hot

Timnas Boccia Indonesia Raih Juara Dunia di Seoul 2026

Dengan tiga emas dan satu perak, Timnas Boccia Indonesia puncaki Kejuaraan Dunia Boccia 2026. Hasil ini penting untuk kualifikasi Paralimpiade Los Angeles 2028.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Timnas Boccia Indonesia mencetak sejarah dengan menjuarai Kejuaraan Dunia Boccia atau World Boccia Championship 2026 di Seoul, Korea Selatan, meraih tiga medali emas dan satu perak, Senin (7/9/2026).

Kemenangan ini menempatkan Indonesia di puncak klasemen, mengungguli Thailand yang mengoleksi dua emas dan dua perak. Hong Kong menyusul dengan satu emas, dua perak, dan dua perunggu.

Perolehan poin dari kejuaraan ini sangat besar, setara dengan ajang Paralimpiade. Poin tersebut krusial untuk mengamankan posisi Timnas Boccia Indonesia di Paralimpiade Los Angeles 2028.

Article ad in the middle of article

Medali emas Indonesia dipersembahkan oleh Handayani dari kelas BC1 putri dan Muhammad Afrizal Syafa dari kelas BC1 putra. Tim campuran BC1/BC2 yang diwakili Afrizal Syafa, Felix Ardi Yudha, dan Gischa Zayana juga berhasil menyumbang emas.

Satu medali perak diraih oleh Felix Ardi Yudha dari kelas BC2 putra. Pelatih mengapresiasi penampilan atlet yang konsisten dan percaya diri setelah sebelumnya menjadi juara di Kazakhstan dan Portugal.

“Poin yang kita raih dari kejuaraan ini sangat besar, setara dengan Paralimpiade,” ujar Pelatih Boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin dalam.

Nur Yadin menjelaskan bahwa perolehan medali dalam ajang di Seoul sudah sesuai prediksi. Ini merupakan pencapaian luar biasa sebab Indonesia baru pertama kali memenuhi syarat untuk menjadi peserta Kejuaraan Dunia Boccia.

“Kita bisa pegang di kelas BC1 putra dan putri, serta BC2 putra di kategori tim. Ini hasil yang sesuai prediksi,” katanya.

Ia menambahkan, nomor BC1 putri dengan Handayani sebagai harapan utama menjadi fokus untuk mendapatkan banyak poin. Hal ini bertujuan membuka jalan lolos ke Paralimpiade Los Angeles 2028.

“Poin-poin yang diraih ini menjadi penting untuk mengamankan posisi kita di Paralimpiade Los Angeles 2028,” ujarnya.

Handayani, yang belum meraih ranking di Paralimpiade Paris 2024, terus mengejar prestasi di ajang kejuaraan dunia tahun ini. Ia berhasil mempertahankan performa podiumnya.

“Saat di Paralimpiade Paris 2024, Handayani belum dapat ranking. Tahun ini kita kejar dari ajang kejuaraan dunia, berhasil podium terus dan akhirnya kemarin bisa mempertahankan prestasinya,” ujar Islahuzzaman Nur Yadin.

Tim pelatih kini segera mengalihkan fokus untuk berkompetisi di Asian Para Games 2026. Ajang tersebut akan berlangsung di Nagoya, Jepang, pada 18-24 Oktober mendatang.

Article ad after last paragraph