HARIANEXPRESS, SAN ANTONIO – San Antonio Spurs menelan kekalahan 105-104 dari New York Knicks dalam Game 2 Final NBA 2026, membuat mereka tertinggal 0-2 di seri tersebut. Sabtu (06/06/2026)
Kekalahan ini menempatkan Spurs di ambang eliminasi, dengan sejarah NBA menunjukkan hanya 5 dari 36 tim yang mampu bangkit setelah tertinggal 0-2 di Final. Situasi ini semakin sulit karena dua pertandingan berikutnya akan dimainkan di markas Knicks, Madison Square Garden.
Knicks menunjukkan dominasi mereka setelah memenangkan 13 pertandingan playoff secara beruntun. Performa gemilang Karl-Anthony Towns dan Jalen Brunson menjadi faktor kunci kemenangan tim tamu.
Awalnya, Spurs sempat memimpin dengan selisih 12 poin di awal pertandingan. Namun, Knicks berhasil bangkit dan mengakhiri paruh pertama dengan keunggulan 4 poin.
Bintang Spurs, Victor Wembanyama, hanya mencetak 7 poin dan 5 rebound di paruh pertama. Dia kemudian meledak dengan 22 poin di paruh kedua, termasuk saat Spurs melakukan lari 14-0 untuk menyamakan skor 97-97.
“Lots of emotions of every type,” ujar Victor Wembanyama (Pemain San Antonio Spurs) setelah pertandingan. “I mean, not every type, only the negative type. Yeah, I threw that one away. I messed up. We didn’t play great as a team. We needed to win that game. This game was ours. But at this point, it’s done. Yes, am I going to regret it? Yes, of course. Am I going to use that to fuel me and to fuel us next game? Absolutely.”
Wembanyama membuat beberapa kesalahan krusial di akhir pertandingan, termasuk tembakan jumper 17 kaki yang meleset dan operan yang hilang. Dia juga gagal dalam upaya tembakan go-ahead 20 kaki dengan dua detik tersisa.
“I’m still very blurry,” ujar Victor Wembanyama (Pemain San Antonio Spurs) ketika ditanya tentang kejadian tersebut. “That’s the whole problem. I need to have more poise, more control over the game.”
Sebelumnya, Charles Barkley dalam program Inside The NBA juga menyoroti penampilan Wembanyama di paruh pertama. Kekalahan ini dianggap mengurangi ‘perjalanan magis’ Spurs menjadi sekadar fantasi.
Musim Spurs yang penuh harapan kini terancam berakhir dengan penyesalan dan pertanyaan-pertanyaan. Harapan mereka untuk meraih gelar juara NBA kini bergantung pada keajaiban.
