Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menginginkan kualitas pencak silat terus ditingkatkan demi mewujudkan tujuan membawa olahraga ini mendunia dan dipertandingkan di Olimpiade. Sabtu,
Erick Thohir menyampaikan hal tersebut dalam acara pengukuhan dan pelantikan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) masa bakti 2026–2030, Sugiono, beserta jajarannya di Jakarta. Peningkatan kualitas pembinaan di dalam negeri dinilai krusial untuk melahirkan bibit-bibit atlet terbaik bangsa.
Bibit-bibit atlet ini nantinya diharapkan mampu memperkenalkan dan membina pencak silat di seluruh dunia. Menpora juga membandingkan pencak silat dengan olahraga bela diri seperti karate dan judo dari Jepang, serta taekwondo dari Korea yang telah mendunia.
“Upaya membawa pencak silat mendunia harus diawali dengan peningkatan kualitas pembinaan di dalam negeri,” ujar Erick Thohir (Menteri Pemuda dan Olahraga).
“Kalau Jepang punya karate dan judo, Korea punya taekwondo, kenapa Indonesia tidak punya?,” kata Erick Thohir.
Ketua Umum PB IPSI Sugiono juga meminta dukungan dari berbagai pihak untuk merealisasikan target membawa pencak silat masuk Olimpiade. Ia menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pencak silat, yang merupakan olahraga bela diri tumbuh dan bagian dari budaya Indonesia.
“Bapak Presiden Prabowo selama ini membina pencak silat dengan satu pemikiran dasar, bahwa pencak silat sebagai olahraga bela diri yang tumbuh, lahir, berkembang, dan bagian dari budaya bangsa harus dikembangkan,” ujar Sugiono (Ketua Umum PB IPSI).
Kepengurusan PB IPSI saat ini melanjutkan tongkat estafet yang bertahun-tahun dipimpin dan dibimbing oleh Prabowo Subianto. Target ambisius ini termasuk penampilan pencak silat di Olimpiade Brisbane 2032.
Untuk mencapai pengakuan dunia, sosialisasi pencak silat harus digencarkan dimulai dari jenjang sekolah. Apabila setiap sekolah memiliki olahraga pencak silat, hal itu diyakini akan melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi di masa mendatang.


