Jumat, 04 September 2026
Hot

JAPFA Dorong Ekosistem Catur Nasional Lewat Turnamen Reguler

PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk aktif mengembangkan catur Indonesia melalui turnamen berkala. Simak duel sengit di JAPFA Chess Festival 2026 di Senayan.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, JAKARTA – PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk berkomitmen kuat menggelar turnamen catur setidaknya dua kali dalam setahun sebagai upaya mendongkrak ekosistem catur nasional. Komitmen ini selaras dengan berlangsungnya JAPFA Chess Festival 2026 di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, yang dimulai sejak Selasa (1/9/2026).

Turnamen edisi ke-16 ini menghadirkan berbagai kategori, termasuk duel sengit antara pecatur muda Indonesia. Satria Duta Cahaya, dengan elo rating 2412, berhadapan dengan MI Khoung Duy Dau dari Vietnam.

Selain itu, WIM Laysa Latifah juga bertanding melawan WGM Xeniya Balabayeva dari Kazakhstan. Duel ini penting bagi pecatur Indonesia untuk meningkatkan elo rating mereka di kancah internasional.

Article ad in the middle of article

Saat ini, setelah tiga babak yang telah dimainkan, kedua pecatur Indonesia tersebut masih tertinggal dengan skor 1 VP – 2 VP. Duel Match direncanakan dalam 10 babak, yang meliputi empat babak catur klasik serta enam babak catur kilat dan catur cepat.

“JAPFA secara konsisten akan terus mengembangkan olahraga catur di tanah air, di antaranya dengan menggelar turnamen setidaknya dua kali setiap tahun,” ujar Iwan NG, Vice President PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk.

“JAPFA sangat berterima kasih pada PB Percasi atas kerja samanya. JAPFA juga sangat berterima kasih pada media,” imbuhnya.

Pengamat catur Kristianus Liem memprediksi bahwa Satria Duta dan Laysa masih memiliki peluang untuk memenangkan pertarungan. Meskipun kualitas mereka di bawah pecatur Vietnam dan Kazakhstan untuk catur klasik, mereka bisa memanfaatkan babak catur cepat dan catur kilat.

“Untuk catur klasik, harus diakui, pecatur Vietnam dan Kazhakstan lebih unggul. Kalau ingin menang, Duta dan Laysa harus benar-benar memanfaatkan enam babak catur kilat dan catur cepat. Keduanya harus berani bermain agresif,” ujar Kristianus Liem.

Article ad after last paragraph