Jumat, 04 September 2026
Hot

60 Wasit Futsal Ikuti Pelatihan Lisensi Internasional di Banten

60 wasit futsal Indonesia mendapat bekal baru dari pelatihan Kemenpora-PSSI di Banten. Materi mencakup Video Support dan manajemen pertandingan untuk wasit Liga Pro.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, BANTEN – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bersama Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar Pelatihan Wasit Futsal Lisensi Internasional. Sebanyak 60 wasit muda dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 4 September 2026 di Banten, Jumat (4/9/2026).

Pelatihan ini merupakan bagian dari Preparatory Course Pro Futsal League 2026/27 yang bertujuan mempersiapkan wasit-wasit terpilih dari seleksi Pengurus Provinsi (Pengprov) serta Pengurus Besar/Pusat (PB/PP) cabang olahraga.

Verifikasi portofolio peserta dilakukan melalui sistem digital SiTENOR Kemenpora. Kegiatan pelatihan diselenggarakan di dua lokasi, yaitu Grand Serpong Hotel untuk materi teori dan Vini Vidi Vici Futsal Arena untuk pengujian fisik dan praktik lapangan.

Article ad in the middle of article

Kemenpora dan PSSI menghadirkan instruktur berstandar internasional yang direkomendasikan AFC dan FIFA, yakni Badrul Hisham dari Malaysia dan Daniel Wong dari Singapura. Mereka didampingi oleh instruktur lokal PSSI, Ikhwan Budi Laksono, Rodhi Wahono, dan Tri Ngudi.

“Kami dari Kemenpora sangat fokus untuk meningkatkan kapasitas dan sertifikasi tenaga keolahragaan di Indonesia. Dari jenjang nasional, kita tingkatkan lagi agar para wasit bisa mendapatkan lisensi internasional. Harapannya, karier mereka di tingkat internasional bisa lebih luas dan dapat memimpin berbagai ajang futsal bergengsi,” ujar Leny Kurnia (Plt. Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi Kemenpora RI).

Badrul Hisham Kalam, salah satu instruktur, menekankan pentingnya pelatihan ini untuk pengembangan bakat dan pembaruan teknik perwasitan terkini. Ia menjelaskan bahwa wasit perlu terus di-update seiring perkembangan permainan modern.

“Program ini begitu penting untuk para wasit di Indonesia untuk lagi mengembangkan bakat mereka untuk mendepani perjalanan mereka di perwasitan untuk futsal referee Indonesia. Dan juga yang penting sekali, kursus ini adalah untuk meng-update segala teknik perwasitan yang terkini. Ini amat penting bagi wasit kerana sekarang permainan dah semakin berubah ke arah modern dan wasit juga harus di-update ke arah perwasitan yang lebih modern,” ujar Badrul Hisham Kalam.

Materi pelatihan disusun berdasarkan evaluasi pencapaian wasit pada liga sebelumnya untuk memperbaiki kesalahan. Tujuannya agar peserta belajar dari pengalaman dan tidak mengulangi kekeliruan yang sama.

“Materi-materi ini kita usahakan setelah kita mengambil kira bagaimana pencapaian wasit terdahulu di liga yang tahun lepas. Jadi, ini kita belajar daripada apa yang wasit harus perbaiki, dan daripada situ kita siapkan materi dan diterangkan pada seminar kali ini. Ini penting bagi mereka belajar daripada kesilapan yang lalu dan memperbaikinya dan tidak mengulangi kesilapan yang sama,” katanya.

Badrul Hisham juga mengapresiasi talenta wasit futsal Indonesia, di mana beberapa di antaranya telah mencapai level internasional. Ia melihat adanya kompetisi positif antara wasit muda dan berpengalaman.

“Wasit Indonesia mempunyai talent yang banyak dan juga sudah ada dua atau tiga wasit di peringkat internasional dan mereka telah menunjukkan kompetensinya dalam perwasitan dan bisa menjadi wasit di game-game yang penting di peringkat internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa persaingan tersebut akan mendorong semua wasit untuk meningkatkan potensi diri. Kehadiran wasit muda memberikan tantangan positif bagi wasit yang lebih berpengalaman.

“Saya lihat di sini banyak talent-talent yang muda yang bisa challenge wasit-wasit yang sudah experience dari Indonesia ini. Ini bermaksud satu competition yang positif dari pihak wasit sendiri. Wasit yang sudah experience tidak duduk diam dan akan sentiasa meningkatkan potensi wasitnya. Wasit-wasit muda yang baru juga harus ada positive challenge kepada mereka dan ini akan memberi positive impact kepada wasit di negara Indonesia,” kata Badrul.

Wahyu Wicaksono, seorang peserta wasit asal Yogyakarta, menyatakan pelatihan ini sangat penting sebagai persiapan Liga Pro Futsal Indonesia. Ia mendapatkan materi baru seperti Video Support untuk pengambilan keputusan dan soft skill manajemen pertandingan.

“Kegiatan ini sangat penting karena ini adalah persiapan untuk saya dan teman-teman menjadi wasit di Liga Pro Futsal Indonesia. Ada beberapa hal baru yang saya dapatkan, seperti Video Support yang membantu pengambilan keputusan dalam pertandingan, serta soft skill atau manajemen tentang bagaimana kita mengatur pertandingan dengan baik,” ujar Wahyu Wicaksono.

Selain itu, peserta juga menerima materi mengenai pola latihan wasit yang mendukung persiapan fisik dan teknis. Wahyu berharap bekal dari pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapan dirinya untuk Liga Pro Futsal 2026/2027.

Kemenpora berharap pelatihan ini akan memperkuat kualitas dan regenerasi wasit futsal Indonesia. Wasit diharapkan mampu memimpin pertandingan dengan integritas dan memiliki daya saing global.

Article ad after last paragraph